Mutiara Benfica Yang Terlupa

Mutiara Benfica Yang Terlupa

Mutiara Benfica Yang Terlupa

Mutiara Benfica Yang Terlupa – Sebelum pertandingan antara Tottenham Hotspurs melawan Benfica leg pertama Babak 16 Besar Liga Eropa di White Hart Lane, kedua belah tim dan seluruh penonton yang hadir melakukan bela sungkawa dan mengheningkan cipta. Siapa yang berpulang? Siapa dia? Apa prestasinya sehingga sampai harus diadakan mengheningkan cipta? Pertanyaan itu menyembul di antara para benak penonton. Padahal dia yang baru saja meninggal beberapa jam sebelum kick off adalah salah satu legenda Benfica. Dia bersama Eusobio telah mengantarkan Benfica meraih juara Piala Champions Eropa untuk pertama kalinya. Salah satu legenda yang akan selalu Portugal dan khususnya para Benfica kenang tetapi memang dia tertutup oleh Eusobio.

Mutiara Benfica Yang Terlupa – Pada menit ke 65 Final Piala Champions Eropa, juara bertahan Benfica dihadiahi sebuah penalti. Seorang pemain Benfica yang sebelumnya berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3 melawan Real Madrid bersiap mengambil penalti. Tetapi, pemuda berusia 19 tahun yang merupakan rekan satu timnya meminta secara sopan apakah bisa sang pemuda yang mengambil tendangan penalti tersebut. Permintaannya dikabulkan dan sang pemuda akhirnya mencetak gol dari titik 12 pas dan dilanjutkan lagi dengan sebuah gol dari permainan terbuka. Sang pemuda berhasil mengantarkan timnya meraih trofi Liga Champions Eropa selama dua musim beruntun dan mendapatkan perhatian luas di seluruh dunia sepak bola.

Mutiara Benfica Yang Terlupa – Pemuda tersebut adalah Eusebio. Sedangkan, rekan satu timnya yang sangat baik itu justru adalah mentor sekaligus inspirasinya yakni Mario Coluna. Keduanya memang adalah ikon sepak bola Portugal pada saat dekade 60-an. Bahkan keduanya menapaki jalan karir yang hampir bersamaan. Yang lebih dahsyat lagi bahkan keduanya juga mati dan wafat dalam waktu yang berdekatan yakni kurang dari dua bulan pada tahun 2014 ini. Sebuah penghargaan seharusnya pantas diberikan untuk Coluna. Dia justru yang memberikan suplai bola kepada Eusebio. Mungkin jika tidak ada dia Eusebio tidak akan kita kenal karena lihat saja sejak awal di Final Piala Champions Eropa yang membuat nama Eusebio melambung juga adalah berkat kebaikan hati Coluna.

Mutiara Benfica Yang Terlupa – Faktanya memang Coluna selalu berada di bawa bayangan sang pemuda penyerang berbakat Eusebio. Eusebio yang meminta tendangan penalti di Amsterdam Arena tentu saja tidak diragukan lagi adalah penyerang ganas luar biasa. Lihat saja catatan mencetak golnya yang luar biasa yakni 733 gol dalam 745 pertandingan bahkan melebihi pahlawan dan idolanya Alfredo Di Stefano. Mengapa Coluna berada di bawah bayang Eusebio? Karena Coluna lebih berposisi sebagai gelandang bertahan yang lebih di belakang. Tetapi, justru hampir lebih dari 80% gol Eusebio dihasilkan dari umpan matang Coluna. Sekali lagi jika saja Coluna tidak ada mungkin dunia tidak akan mengenal Eusebio.