Neil Lennon Bela Pendukung Celtic

Neil Lennon Bela Pendukung Celtic

Neil Lennon Bela Pendukung Celtic

Pelatih Neil Lennon mengakui kalau hukuman yang dijatuhkan kepada pendukung Celtic yang berulah memang sudah tidak terelakkan lagi. Meski demikian mantan penyerang andalan klub itu tetap memberikan dukungan penuh kepada mereka. Klub berbasis di stadion Parkhead itu tengah mempersiapkan diri dalam duel hidup-mati melawan Barcelona di Nou Camp pada Rabu pekan ini, dan Lennon dibayangi dengan isu-isu yang tidak sedap terhadap pendukungnya yang berbuat ulah pada akhir pekan kemarin. Sebanyak 128 pendukung Celtic ditangguhkan dari pertandingan dan terpaksa memindahkan pemegang 250 tiket terusan setelah sejumlah tempat duduk di dalam stadion mengalami kerusakan.

Bahkan seakan-akan tindakan tidak terpuji dilakukan pendukung Celtic setelah bom asap dan suar dilemparkan saat timnya memetik kemenangan 5-0 atas Motherwell, dan diikuti hasil 7-0 atas Hearts, sementara Liga Sepakbola Profesional menggambarkan situasi di stadion Fir Park sebagai sesuatu hal yang memalukan dan berjanji akan melakukan penyelidikan. Bahkan salah satu spanduk berbau politik sempat terambil gambar saat pertandingan melawan AC Milan di Liga Champions satu bulan lalu, sehingga membuat pihak pengurus klub mendapatkan teguran oleh UEFA, namun Lennon mencoba mendinginkan suasana yang sedang berkembang saat ini. “Saya pikir ada suasana yang tidak dapat terelakkan lagi (hukuman yang diambil oleh pihak klub) dan mereka harus menghadapi hal itu sesegera mungkin dan cara yang terbaik adalah mengedepankan situasi tersebut,” tutur sang pelatih.

“Tentu ini sebuah tekanan yang negatif terhadap ini semua (hasil dua pertandingan yang cukup baik). “Lihat saja, pendukung kami merupakan yang terbaik di dunia. Mungkin belakangan ini kami sedang ada masalah yang menyangkut dengan pihak klub dan mencoba menangani hal ini dengan cara yang lembut dan terbaik. “Tentu saja hal ini tidak langsung mencomot begitu saja pendukung yang luar biasa yang kami miliki, tidak hanya di Britania saja, tetapi juga di seluruh dunia – dan hubungan antara klub dan suporter merupakan sesuatu hal yang luar biasa dan tidak dapat terelakkan lagi, oleh karena itu kedua belah pihak harus mencapai suatu sinergi bersama.” Pelatih berkebangsaan Irlandia Utara itu sudah tidak memiliki kans untuk lolos dari Grup H Liga Champions dan kompetisi babak grup akan berakhir pada tengah pekan ini, dan ia menegaskan bahwa ia merupakan salah satu pribadi yang menyukai pertandingan sepakbola akhir pekan, namun khawatir timbul wacana untuk melarang penjualan minuman keras di dalam stadion.

“Saya menyukai pertandingan akhir pekan,” ungkapnya. “Sebagai pemain saya memiliki pengalaman itu, saya pikir setiap pemain menikmati kesempatan itu dan anda dapat melihat cara mereka bermain, tentu sebuah performa yang cukup spektakuler sehingga saya berharap hal ini tidak akan berakhir. “Hal ini (alkohol dalam sepakbola) hanyalah sebuah wacana yang coba diangkat ke permukaan atas situasi tersebut. Memang saya tidak memiliki bukti apakah alkohol merupakan imbas (insiden di Fir Park) namun tentu saja hal ini tidak membantu.”