Owen Coyle Resmi Tinggalkan Wigan

Owen Coyle Resmi Tinggalkan Wigan

Owen Coyle Resmi Tinggalkan Wigan

Kejutan mewarnai perhelatan divisi Championship Inggris. Walau baru menangani Wigan Athletic selama enam bulan Owen Coyle memutuskan untuk meninggalkan tampuk jabatannya sebagai pelatih di klub tersebut setelah mencapai kesepakatan bersama dengan pihak klub. The Latics telah memutuskan untuk berpisah dengan mantan pelatih Bolton Wanderers, setelah menelan kekalahan ketiga secara beruntun di kandang dalam kurun sembilan hari, sehingga membuat Wigan terlempar ke peringkat 14 di klasemen sementara. Wigan secara mengenaskan dikalahkan oleh Derby pada akhir pekan kemarin, dan membuat sang pelatih mengeluarkan komentar tentang besarnya sebuah tekanan yang dilancarkan dari sejumlah pendukung timnya, setelah tim tersebut bertahan di Liga Premier selama delapan tahun terakhir.

“Tentu sangat menyedihkan untuk mengeluarkan keputusan seperti ini dan saya ingin berterima kasih kepada staf Wigan dan staf pengurus klub, yang telah memberikan dukungan kepada saya selama ini,” ucap Coyle. “Saya yakin dan percaya, bahwa dengan komposisi pemain yang dimiliki di klub ini, tim mampu bergerak ke arah yang jauh lebih baik.” Pada pertengahan pekan ini, Wigan akan bertandang ke markas Leeds United di Elland Road dan posisi Coyle akan ditempati oleh pelatih kepala tim utama dan mantan pelatihnya, Graham Barrow, berama dengan asisten Sandy Stewart. Dalam kurun waktu 29 menit, gawang Wigan Athletic mampu kebobolan tiga kali oleh pemain-pemain Derby dan hal ini tentu saja mengundang cercaan dan cacian dari tribun penonton yang meminta Coyle untuk segera dipecat dari kursi jabatannya.

Salah satu kabar spekulasi itu ternyata kini menjadi kenyataan dan tentunya memuaskan dari segi pendukung klub, meski penunjukkan Coyle dianggap merupakan sebuah langkah keliru sejak awal kehadirannya pada Juni lalu, dan presiden klub Dave Whelan memiliki tugas untuk mencari pelatih yang baru agar bisa membawa klub itu kembali ke divisi teratas. Dalam kurun waktu 890 menit, The Latics tidak mampu untuk menciptakan gol dan bahkan cenderung lini depannya memiiki kesulitan dan ini merupakan sebuah langkah yang cukup sulit untuk menentukan pemain yang tepat mengisi lini depannya. Dengan demikian kursi jabatan yang kosong ini tentu saja mengundang sejumlah nama mulai dari Steve McClaren, pelatih yang sukses membawa Derby mengalahkan Wigan di stadion DW, sempat dikaitkan dengan pos tersebut.

Coyle sempat dimintai keterangan mengenai nada-nada sumbang dari pendukung Wigan, agar memintanya untuk segera mengakhiri karir kepelatihannya di klub tersebut, ia mengatakan: “Jika hal ini bisa menjadi kenyataan, maka jadilah demikian. “Sebuah harapan hanya bisa diperoleh dari pemain-pemain itu sendiri ketika mereka masih berada di Liga Premier, karena tim ini bukanlah sebuah tim pemenang dan dapat memenangkan semua pertandingan dari setiap pekannya, bahkan jauh melebihi harapan itu. “Namun saya mencatat keberhasilan tim ini dalam mendulang kemenangan dalam sebuah ajang paling prestisius di final Piala FA lalu sungguh luar biasa, namun mereka kehilangan kesempatan untuk bertahan di Liga Premier dan mereka mulai kehilangan semuanya, mulai dari pemain, yang menjadi modal penting tim ini. “Kini sebaiknya mulai membangun komposisi tim ini sejak awal dan kembali dari angka 0. Anggaplah seperti itu, agar semuanya tidak menjadi halangan bagi siapa pun juga. Sungguh sulit untuk meraih hasil instan dalam era sepakbola modern saat ini.”